Semua model dalam kelompok ini memiliki dasar teoritis yang sama, yaitu suatu body of knowledge yang merujuk pada teori behavioral. Model-model ini menekankan pada upayanya untuk mengubah perilaku yang tampak dari para siswa. Beberapa model yang termasuk ke dalam kategori ini antara lain:
1. Model Instruksi Lansung
Kelompok : Model Perubahan Perilaku
Kritik terhadap instruksi lansung memperingatkan pada kita bahwa pendekatan ini seharusnya tidak digunakan setiap saat, untuk semua bidang pendidikan, atau untuk semua siswa. Beberapa keunggulan dari instruksi lansung ini adalah adanya focus akademik, arahan dan control guru, harapan yang tinggi terhadap perkembangan siswa, system manajemen waktu, dan atmosfer akademik yang relative stabil. Focus akademik berarti prioritas tertinggi terhadap penugasan dan penyelesaian tugas akademik.
a. Sintak
Tahap 1: Orientasi
1. Guru menentukan materi pelajaran
2. Guru meninjau pelajaran sebelumnya
3. Guru menentukan tujuan pelajaran
4. Guru menentukan prosedur pengajaran
Tahap 2: Presentasi
1. Guru menjelaskan konsep atau keterampilan baru
2. Guru menyajikan presentasi visual atas tugas yang diberikan
3. Guru memastikan pemahaman
Tahap 3: Praktik Yang Terstruktur
1. Guru menuntun kelompok siswa dengan contoh praktik dalam beberapa langkah
2. Siswa merespons pertanyaan
3. Guru memberikan koreksi terhadap kesalahan dan memperkuat praktik yang telah benar
Tahap 4: Praktik di Bawah Bimbingan Guru
1. Siswa berpraktik secara semi-independen
2. Guru menggilir siswa untuk melakukan praktik dan mengamati praktik
3. Guru memberikan tanggapan balik berupa pujian, bisiskan, maupun petunjuk
Tahap 5: Praktik Mandiri
1. Siswa melakukan praktik secara mandiri di rumah atau di kelas
2. Guru menunda respons balik dan memberikanya di akhir rangkaian praktik
3. Praktik mandiri dilakukan beberapa kali dalam periode waktu yang lama
b. System Social
System social dalam model intruksi lansung ini benar-benar terstruktur.
c. Peran/Tugas Guru
Dalam model ini, tugas guru adalah menyediakan pengetahuan mengenai hasil-hasil, membantu siswa mengandalkan diri mereka sendiri, dan memberikan reinforcement. System dukungan mencakup rangkaian tugas pembelajaran, yang terkadang sama rumitnya dengan seperangkat materi yang dikembangkan sendiri oleh tim instruktur.
d. System Dukungan
Lingkungan intruksi lansung adalah tempat dimana pembelajaran menjadi focus utama dan tempat dimana siswa terlibat dalam tugas-tugas akademik dalam waktu tertentu untuk mencapai rating kesuksesan yang tinggi.
e. Pengaruh
Dibimbing dan pemberian respon-balik secara lansung. Model ini menuntut siswa untuk mendekati materi akademik secara sistematik. Rancangan dibentuk untuk menungkatkan dan memelihara motivasi melalui aktivitas pengendalian diri dan penguatan ingatan terhadap materi-materi yang telah dipelajari. Melalui kesuksesan dan respons-balik positif, model ini mencoba memperkaya penghargaan diri siswa.
2. Model Simulasi
Kelompok : model perubahan perilaku Carl Smith dan Mary Smith (1966)
Simulasi pada hakikatnya didasarkan pada prinsip sibernatik yang dihubungkan dengan computer. Focus utama dalam teori ini adalah munculnya kesamaan antara mekanisme control timbale balik dari system electronic dengan system-sistem manusia. Ada banyak contoh simulasi yang berasal dari berbagai hal, seperti permainan, kompetisi, kerja sama dan beberapa hal yang dilakukan oleh perseorangan dengan standar mereka pribadi. Dengan simulasi, tugas pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa agar tidak begitu rumit daripada yang tampak di dunia nyata, sehingga siswa bisa dengan mudah dan cepat menguasai skill yang tentu saja akan sangat sulit ketika mereka mencoba menguasainya di dunia nyata.
a. Sintak
Tahap 1: Orientasi
1. Guru menyajikan topic mengenai simulasi dan konsep yang akan dipakai dalam aktivitas simulasi.
2. Guru menjelaskan simulasi dan permainan.
3. Guru menyajikan ikhtisar simulasi.
Tahap 2 : Latihan Partisipasi
1. Guru membuat scenario (aturan, peran, prosedur, skor, tipe keputusan yang akan dipilih, dan tujuan)
2. Guru menugaskan peran simulasi kepada siswa
3. Siswa melaksanakan praktik dalam jangka waktu yang singkat
Tahap 3: Pelaksanaan Simulasi
1. Guru memimpin aktivitas permainan dan administrasi permainan
2. Siswa mendapatkan umpan balik dan evaluasi (mengenai penampilan dan pengaruh keputusan)
3. Guru menjelaskan kesalahan konsepsi
4. Siswa melanjurkan simulasi
Tahap 4: Wawancara Siswa
1. Guru menyimpulkan kejadian dan persepsi
2. Siswa menyimpulkan kesulitan dan pandangan-pandanganya
3. Guru dan siswa menganalisis proses
4. Guru dan siswa membandingkan aktivitas simulasi dengan dunia nyata
5. Siswa menghubungkan aktivitas simulasi dengan materi pelajaran
6. Guru menilai dan kembali merancang simulasi.
b. System Sosial
Kesuksesan terakhir dalam simulasi, sebenarnya, juga ditentukan oleh kerja sama dan kemauan untuk berpartisipasi dalam diri siswa. Dengan bekerja sama, siswa bisa saling sharing ide, saling mengevaluasi dengan teman-temanya, dan tidak hanya bergantung pada evaluasi guru. System sosial seperti ini seharusnya menyenangkan dan meriah.
c. Peran/Tugas Guru
Peran guru tidak jauh berbeda dengan fasilitator. Selama proses simulasi, ia harus menunjukan sikap yang tidak evaluative namun tetap suportif. Disini guru bertugas untuk menyajikan, lalu memfasilitasi pemahaman dan penafsiran tentang aturan-aturan simulasi. Selain itu, untuk dapat membuat aktivitas semenarik mungkin dan mendapat perhatian serta focus pada isu yang tidak relevan, guru harus lansung menghampiri kelompok yang menenangkan permainan.
d. System Dukungan
Yaitu berupa Social Science Education Consortium data book yang menyajikan lebih dari lima puluh simulasi yang cocok digunakan dalam situasi social. Selain itu banyak simulasi computer telah dikembangkan pada tahun-tahun belakangan ini dan sangat mudah dipraktikan.
e. Pengaruh
Dapat menuntun pada pencapaian hasil akademik, seperti konsep dan skill, kerja sama dan persaingan, pemikiran kritis dan pembuatan keputusan, pengetahuan system politik, social, dan ekonomi, efektivitas, kesadaran terhadap masing-masing peran, dan menerima konsekuensi dari tindakan yang dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar